Selasa, 14 Maret 2017

TUGAS TERSTRUKTUR KE-6 DAN KE-7

Faizal, 2010, mendefinisikan Alat Peraga Pendidikan sebagai instrument audio maupun visual yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan membangkitkan minat siswa dalam mendalami suatu materi.
Sumad, 1972,   mengemukakan bahwa alat peraga  adalah alat untuk memberikan pelajaran atau yang dapat diamati melalui panca indera. Alat peraga merupakan salah satu dari media pendidikan adalah alat untuk membantu proses belajar mengajar agar proses komunikasi dapat berhasil dengan baik dan efektif.

Dari uraian-uraian di atas jelaslah bahwa pengertian alat peraga pendidikan adalah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.
Share:

PRESENTASI E-LEARNING KIMIA HASIL PENGEMBANGAN

Pada presentasi E-Learning kimia hasil pengembangan kelompok kami menggunakan aplikasi edmodo yang dapat di download di handphone dan dapat di akses pada situs http://edmodo.com




Pada pengembangan E-Learning kimia pilihan yang tersedia pada aplikasi edmodo adalah sebagai guru, siswa, dan juga orangtua. Namun pada pengembangan E-Learning yang kelompok kami terapkan saya sebagai siswa.





                               
Share:

Kamis, 09 Maret 2017

MEDIA POWERPOINT SEBAGAI PERSENTASE MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KIMIA HASIL PENGEMBANGAN

Percobaan dalam persentase Multimedia yang bisa dilakukan untuk metode pembelajaran melalui percobaan  salah satunya yaitu mengenai penentuan larutan , koloid dan suspensi. Media penyampaiaan yang digunakan adalah Powerpoint. Setelah adanya video hasil percobaan yang dilakuakan kini media penyampaain dari hasil percobaan itu disajikan dalam bentuk powerpoint.
Untuk dapat mengakses Media Powerpoint bisa di download dan di lihat  pada : 

(paste disini ) https://drive.google.com/file/d/0B_CITWabqfnRX3NNaHk5ZVg1LTA/view?usp=sharing 
Share:

Sabtu, 04 Maret 2017

Selasa, 28 Februari 2017

Minggu, 26 Februari 2017

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Kimia adalah ilmu aktif, berkembang yang penting untuk dunia kita, baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial, seperti yang kita akan pelajari, kimia adalah ilmu pengetahuan modern. Kita akan mulai pelajaran kimia pada tingkat makroskopik, di mana kita bisa melihat dan mengukur bahan yang darinya dunia kita dibuat. Pengembangan e-learning pembelajaran kimia tidak jauh berbeda dengan pengembangan media pembelajaran lainnya, yaitu merujuk salah satu teori pengembangan. Beberapa teori pengembangan Multi Media Interaktif (MMI) diperkenalkan oleh Robert Philips, Kemo, Leisly, Borg&Gall dan Alessi&Trollip.
Share:

Selasa, 21 Februari 2017

TUGAS TERSTRUKTUR

    1. Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu media pembelajaran. jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia.
    2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapata di adaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran kimia.
    Jawab.

    Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption)
    Manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Manusia memahami suatu informasi yang didapat melalui citra auditori dan citra pictorial. Pemahaman yang diproses melalui kedua saluran tersebut dan mempresentasikan serta menyimpannya dalam memori jangka panjang.
    Asumsi Kapasitas-terbatas
    Manusia bukan mesin atan super komputer, semua inforamasi yang diperoleh akan diolah, dipadukan, dan diintegrasikan dengan kapasitas otak.  Semua informasi yang masuk tidak bisa diolah dan disimpan secara langsung ke otak. Beberapa dari informasi akan diolah menjadi sesuatu yang padu dan dapat dipahami.
    Asumsi Pemrosesan aktif
    Manusia secara aktif melibatkan dirinya dalam pemrosesan aktif untuk mengkonsstruksi representasi mental yang saling terkait terhadap pengalaman mereka.  Proses kogitif aktif ini meliputi: memberikan perhatian, menata informasi yang masuk dengan pengetahuan lainnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor aktif yang menalar dan memasukakalkan setiap informasi yang ada. Manusia bukan prosesor pasif yang hanya menerima merekam sesuatu dan menyimapnnya di memori dan dapat diputar olah kapan saja.


Share:

TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA

Teori ini dikembangkan oleh Gagne seorang psikolog berkebangsaan Amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekakanya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep Robert M Gagne, Jerome Seymour Bruner, Albert Bandura dan Lev  Vygotsky merupakan tokoh-tokoh penting yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran dan memberi sumbangan yang besar dalam dunia pendidikan.
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar.
Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

Share:

Sabtu, 11 Februari 2017

PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Berikut ini adalah 8 prinsip dasar multimedia pembelajaran:
1: Prinsip Multimedia
“Siswa belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja”

2: Prinsip Kesinambungan Spasial
“Siswa belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.”
3: Prinsip Kesinambungan Waktu
“Siswa belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya.”
4: Prinsip Koherensi
“Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan.”
5: Prinsip Modalitas Belajar
“Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar.”
#6: Prinsip Redudansi
“Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).”
#7: Prinsip Personalisasi
“Siswa belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal.”
#8: Prinsip Interaktivitas
“Siswa belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).”


Share:

Selasa, 07 Februari 2017

LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


A.    Pengertian Media Pembelajaran

Pengertian media mengarah pada sesuatu yang mengantar/meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi 
Beberapa faktor yang merupakan karakteristik dari media, antara lain:
1.      Kemampuan dalam menyajikan gambar (presentation)
2.      Faktor ukuran (size); besar atau kecil
3.      Faktor warna (color): hitam putih atau berwarna
4.      Faktor gerak: diam atau bergerak
5.      Faktor bahasa: tertulis atau lisan
6.      Faktor keterkaitan antara gambar dan suara: gambar saja, suara saja, atau    gabungan antara gambar dan suara.

Istilah media disini dilihat dari segi penggunaan, serta faedah dan fungsi khusus dalam kegiatan/proses belajar mengajar, maka yang digunakan adalah media pembelajaran. Media pembelajaran adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini anak didik ataupun warga belajar). 

Share: