Selasa, 28 Februari 2017
Minggu, 26 Februari 2017
PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
Kimia adalah ilmu aktif, berkembang yang penting
untuk dunia kita, baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial, seperti yang kita
akan pelajari, kimia adalah ilmu pengetahuan modern. Kita akan mulai pelajaran
kimia pada tingkat makroskopik, di mana kita bisa melihat dan mengukur bahan
yang darinya dunia kita dibuat. Pengembangan e-learning pembelajaran kimia
tidak jauh berbeda dengan pengembangan media pembelajaran lainnya, yaitu
merujuk salah satu teori pengembangan. Beberapa teori pengembangan Multi Media Interaktif
(MMI) diperkenalkan oleh Robert Philips, Kemo, Leisly, Borg&Gall dan
Alessi&Trollip.
Selasa, 21 Februari 2017
TUGAS TERSTRUKTUR
- Menurut
cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang
dijadikan acuan dalam merancang suatu media pembelajaran. jelaskan ketiga
asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan
untuk pembelajaran kimia.
- Jelaskan
bagaimana teori dual coding dapata di adaptasikan dalam menyiapkan suatu
multimedia pembelajaran kimia.
Jawab.Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption)Manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Manusia memahami suatu informasi yang didapat melalui citra auditori dan citra pictorial. Pemahaman yang diproses melalui kedua saluran tersebut dan mempresentasikan serta menyimpannya dalam memori jangka panjang.Asumsi Kapasitas-terbatasManusia bukan mesin atan super komputer, semua inforamasi yang diperoleh akan diolah, dipadukan, dan diintegrasikan dengan kapasitas otak. Semua informasi yang masuk tidak bisa diolah dan disimpan secara langsung ke otak. Beberapa dari informasi akan diolah menjadi sesuatu yang padu dan dapat dipahami.Asumsi Pemrosesan aktifManusia secara aktif melibatkan dirinya dalam pemrosesan aktif untuk mengkonsstruksi representasi mental yang saling terkait terhadap pengalaman mereka. Proses kogitif aktif ini meliputi: memberikan perhatian, menata informasi yang masuk dengan pengetahuan lainnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor aktif yang menalar dan memasukakalkan setiap informasi yang ada. Manusia bukan prosesor pasif yang hanya menerima merekam sesuatu dan menyimapnnya di memori dan dapat diputar olah kapan saja.- Menurut
cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang
dijadikan acuan dalam merancang suatu media pembelajaran. jelaskan ketiga
asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan
untuk pembelajaran kimia.
TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA
Teori ini dikembangkan oleh Gagne seorang psikolog berkebangsaan
Amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Gagne
pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekakanya dalam training pilot
AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep Robert M Gagne, Jerome Seymour
Bruner, Albert Bandura dan Lev Vygotsky merupakan tokoh-tokoh penting
yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran dan memberi sumbangan yang
besar dalam dunia pendidikan.
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran
merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan
hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran
terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga
menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar.
Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara
kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi
internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil
belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi
eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam
proses pembelajaran.
Sabtu, 11 Februari 2017
PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Berikut ini
adalah 8 prinsip dasar multimedia pembelajaran:
1: Prinsip Multimedia
“Siswa belajar
lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja”
2: Prinsip Kesinambungan Spasial
“Siswa belajar
lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan
apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.”
3: Prinsip Kesinambungan Waktu
“Siswa belajar
lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan
dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya.”
4: Prinsip Koherensi
“Siswa belajar
lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan
tidak relevan tidak digunakan.”
5: Prinsip Modalitas Belajar
“Siswa belajar
lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus
teks pada layar.”
#6: Prinsip Redudansi
“Siswa belajar
lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi,
narasi plus teks pada layar (redundan).”
#7: Prinsip Personalisasi
“Siswa belajar
lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational)
daripada kalimat yang lebih bersifat formal.”
#8: Prinsip Interaktivitas
“Siswa belajar
lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya
(manipulatif: simulasi, game, branching).”
Selasa, 07 Februari 2017
LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
A. Pengertian
Media Pembelajaran
Pengertian
media mengarah pada sesuatu yang mengantar/meneruskan informasi (pesan) antara
sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media adalah segala bentuk dan
saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi
Beberapa faktor yang
merupakan karakteristik dari media, antara lain:
1.
Kemampuan
dalam menyajikan gambar (presentation)
2.
Faktor
ukuran (size); besar atau kecil
3.
Faktor
warna (color): hitam putih atau berwarna
4.
Faktor
gerak: diam atau bergerak
5.
Faktor
bahasa: tertulis atau lisan
6.
Faktor
keterkaitan antara gambar dan suara: gambar saja, suara saja,
atau gabungan antara gambar dan suara.
Istilah
media disini dilihat dari segi penggunaan, serta faedah dan fungsi khusus dalam
kegiatan/proses belajar mengajar, maka yang digunakan adalah media
pembelajaran. Media pembelajaran adalah semua alat (bantu) atau benda yang
digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud untuk menyampaikan
pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada
penerima (dalam hal ini anak didik ataupun warga belajar).
