Teori ini dikembangkan oleh Gagne seorang psikolog berkebangsaan
Amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Gagne
pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekakanya dalam training pilot
AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep Robert M Gagne, Jerome Seymour
Bruner, Albert Bandura dan Lev Vygotsky merupakan tokoh-tokoh penting
yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran dan memberi sumbangan yang
besar dalam dunia pendidikan.
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran
merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan
hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran
terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga
menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar.
Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara
kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi
internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil
belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi
eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam
proses pembelajaran.
DELAPAN FASE TAHAPAN PROSES PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE
DELAPAN FASE TAHAPAN PROSES PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE
1. Motivasi
2. Pemahaman
3. Pemerolehan
4. Penyimpanan
5. Ingatan kembali
6. Generalisasi
7. Perlakuan
8. Umpan balik.
Gagne
berpendapat bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi untuk
kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil pembelajaran.
Dalam pemrosesan itu informasi itu terjadi adanya interaksi antara
kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu.
Kondisi internal adalah:
1. Keadaan di dalam dari
individu yang diperlukan untuk mencapai hasil pembelajaran.
2. Proses kognitif yang
terjadi dari dalam individu selama proses pembelajaran berlangsung.
Kondisi eksternal
adalah:
1. Berbagai rangsangan dari
lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Interaksi
antara kondisi internal dan kondisi eksternal menghasilkan hasil pembelajaran.
APLIKASI
TEORI PEMBELAJARAN PEMROSESAN INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN.
Dalam aplikasi teori pemrosesan informasi dalam pembelajaran, kita
dapat mengambil teori yang disampaikan oleh Gagne tentang tahapan belajar dari
fakta sampai pemecahan masalah, serta tahapan tujuan dari yang rendah sampai ke
tinggi, dapat kita lihat pada keterangan yang dituliskan Harjanto tentang
pelajaran melukis, seperti berikut ini
1. Siswa dapat menyebutkan
beberapa alat yang dipergunakan untuk mengambar berwarna (fakta).
2. Siswa dapat
mengidentifikasi warna panas dan warna dingin (konsep).
3. Siswa dapat menyatakan
bahwa penempatan atau pemakaian kedua jenis warnatersebut akan saling
berpengaruh (prinsip)
4. Siswa
dapat melukis dengan komposisi warna yang harmonis
(pemecahanmasalah)
MANFAAT TEORI PEMROSESAN
INFORMAS
1. Membantu terjadinya
proses pembelajaran sehingga individu mampu beradaptasi padalingkungan yang
selalu berubah
2. Menjadikan strategi
pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada
proses lebih menonjol
3. Kapabilitas belajar
dapat disajikan secara lengkap
4. Prinsip perbedaan
individual terlayani
HAMBATAN- HAMBATAN
TERHADAP IMPLEMENTASI TEORI PEMROSESAN INFORMASI
1. Tidak semua individu
mampu melatih memori secara maksimal
2. Proses internal yang
tidak dapat diamati secara langsung
3. Tingkat kesulitan
mengungkap kembali informasi-informasi yang telah disimpandalam ingatan
4. Tidak menyediakan
deskripsi yang memadai mengenai perubahan perkembangandalam kognisi
5. Kemampuan otak tiap
individu tidak sama
6. Kemampuan berpikir/ daya
otak manusia terbatas. Individu hanya dapat memerhatikansejumlah informasi
yang terbatas pada satu waktu, dan kecepatan untuk memprosesinformasi juga
terbatas.
7. Anak membutuhkan waktu
dan usaha untuk melatih encoding (penyandian), agar dapat menyandi secara
otomatis.
BERDASARKAN TEORI
PEMROSESAN INFORMASI INI TERDAPAT BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH
PARA GURU:
1. Perhatian sangat
penting, oleh karena itu selalu upayakan agar siswa anda
benar-benar memperhatikan pelajaran. Meskipun mereka tampak melihat anda,
namun belum tentu pikiran mereka perhatian kepada apa yang anda jelaskan.
2. Sebaiknya lebih
mengutamakan belajar dengan memahami dari pada melalui hafalan.
Media yg bagaimana yg tepat untuk media pembelajaran untuk saat ini? Dimana tidak menimbulkan kebosanan bagi siswa?
BalasHapuskita bisa menggunakan video yang berhubungan dengan pembelajaran yang sedang berlangsung, hal ini biasanya tidak menimbulkan kebosanan bagi siswa, karena siswa merasa tertarik untuk melihatnya melalu video tersebut
HapusSedikit menambahkan jawaban, media yang digunakan adaah media yang menarik misalnya dengan viseo animasi dan alat peraga yang unik sesuai dengan materi yang ingon diajarkan. Terimakasih
Hapusterimakasih telah menambahkan jawaban eki
HapusBagaimana cara anda sebagai calon seorang guru meminimalisir terhadap hambatan-hambatan terhadap implementasi teori pemprosesan informasi tersebut?
BalasHapusyang pertama yaitu memberi perhatian, karena perhatian sangat penting, oleh karena itu selalu upayakan agar siswa anda benar-benar memperhatikan pelajaran. Meskipun mereka tampak melihat anda, namun belum tentu pikiran mereka perhatian kepada apa yang anda jelaskan. dan juga sebaiknya lebih mengutamakan belajar dengan memahami dari pada melalui hafalan. kita sebagai calon guru mengetahui bahwa setiap individu memiliki kemampuan berfikir dan menganalisis pelajaran berbeda-beda, sebab dari itu guru dapat memberi tugas tambahan agar semua siswa terus berlatih belajar dirumahnya
HapusBagaimana jika kondisi eksternal dan internal siswa dalam pemrosesan informasi tidak terjadi? Bagaimana solusinya dan bagaimana cara guru ubtuk meningkatkan kondisi tersebut?
BalasHapushai nadila saya akan menjawab pertanyan kamu. cara untuk meningkatkannya yaitu Guru merangsang pemrosesan innformasi jangka pendek dengan cara selalu mmeberikan kuis untuk merangsang pemrosesan jangkan pendek mereka lalu mereka dapat mengingat memori jangka panjang. terimakasih
Hapusterimakasih rostalinda telah membantu saya menjawab pertanyaan saudari nadila
Hapusapa saja hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dalam menerapkan teori pemrosesan informasi terhadap peserta didik?
BalasHapusbagi peserta didik hambatan yang mungkin terjadi seperti ia memiliki tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan dan dapat juga
Hapusterimakasih jawabannya saudari rostalinda
BalasHapusPada teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
BalasHapusMenurut teori pemrosesan informasi, pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan barudimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran, ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video.
Model belajar pemrosesan informasi ini sering pula disebut model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1) Sensory atau intake register: informasi masuk ke sistem melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2) Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan working memory sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
3) Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.